Posts

Terima Kasih 2020

Ga terasa tahun ini sudah sampai di tanggal 31 Desember 2020. Kalau bisa di rewind lagi dari kehidupan gw di tahun 2020 maka... Januari 2020 akhirnya bisa kembali lagi ke Korea Selatan. Nostalgia ke sekolah, silaturahmi sama guru-guru. Datengin tempat-tempat yang sering didatengin dulu pas sekolah di sana. Menyenangkan. ini kayanya akan gw buat sendiri cerita gw balik ke Korea Selatan di Januari 2020 nanti hehe. Februari 2020  Ibu Dirut dan Pak Vice President dateng dari Korea Selatan. Jadi bulan Februari diisi dengan kerja.. kerja.. dan kerja.. mangat ca! Dan deg-degan juga karena berita Covid-19 (meski belum masuk Indonesia waktu itu) gw harus jemput Dirut dan Vice President gw di Bandara Soekarno Hatta. Dan saat mereka tiba di Indonesia, saat itu di Korea Selatan kasus Covid-19 lagi tinggi-tingginya karena ada satu orang halmoni (nenek dalam bahasa korea) yang positif Covid-19 dan dia menolak untuk diperiksa lalu ikut acara di gereja yang jumlah jemaatnya saat itu ribuan. Jadi...

How are you mate? I miss you

30 Desember 2020 (Teruntuk seseorang yang dulu sangat dekat, yang kini sudah menjauh) Hi, apa kabar? Rasanya sudah hampir 2 tahun kita ga komunikasi dan bertemu. Terakhir ketemu seinget gw itu Januari 2019. Waktu adik lo masuk Rumah Sakit yang ga jauh dari rumah gw. Setelah itu kita ga pernah lagi komunikasi, apalagi ketemuan... Pernah dua kali mungkin gw mencoba untuk ngehubungin lo duluan. Yang pertama via whatsapp dan yang kedua kalinya via DM Instagram. Tapi hasilnya sepertinya lo sudah membangun benteng yang tinggi diantara kita. Seakan lo kasih jarak bahwa kita ga bisa dekat lagi seperti dulu. Ya.. itu yang gw rasakan. Whatsapp terakhir gw pun saat itu tidak pernah lo balas lagi, ketika gw antusias cerita soal pengalaman gw jalan-jalan ke Jogja dengan orang lain. Dan di situ gw bilang juga bahwa sampai saat itu lo adalah teman seperjalanan gw yang paling enak. Dalam artian nyaman ketika kita traveling bareng kemanapun perginya. Dan ending dari whatsapp itu pun membuat gw monologu...

Hi Kawan..Saya Rindu..

Buka mata..tutup mata.. Ternyata sudah hampir 4 bulan kau meninggalkan kota ini kawan.. Waktu cepat sekali berjalan..seakan tak pernah mengenal lelah.. Sehat kah kau di sana kawan? Ya..saya rindu pada mu kawan.. Sangat.. Rindu menyusuri jalan-jalan di kota ini bersama mu.. Rindu tertawa dan bercanda dengan mu.. Rindu berbagi cerita bersama mu.. Rindu..yaa..saya rindu pada mu kawan.. Sangat.. Hari dimana ketika kau harus mengemasi barang-barang mu.. Adalah hari terakhir saya melihat mu kawan.. Bagaimana hidupmu sekarang? Dan..pelangi pun ikut mengantarmu pergi dari kota ini.. Sore yang indah..sangat indah.. Bersama dengan mu menikmati senja dan pelangi di rooftop haha..masih ingatkkah kau kawan? Ya..saya rindu padamu kawan.. Sangat.. Rindu membiacarakan banyak hal dengan mu.. Rindu membunuh waktu di tempat makan itu bersama mu.. Rindu marah manja dengan mu.. Rindu..yaa..saya rindu pada mu kawan.. Sangat.. Masih ingat kah kau kawan.. Dulu sering kau mengunjungi ...

Tersenyumlah :-)

Pukul 04.45 pagi.. Hari masih gelap..sunyi.. udara di luar pagi ini begitu dingin, terasa hingga menusuk tulang-tulang dalam tubuh.. Subuh tadi, dia sudah terbangun dengan masih megenakan piamanya.. matanya terlihat masih menyipit dan berat.. samar-samar terlihat dia membawa sesuatu di tangannya.. oh.. ternyata dia membawa sapu yang diseretnya dengan enggan.. Dengan pelan, dia mulai membersihkan lantai teras merah marun itu dengan sapu.. terdengar sesekali dia terbatuk-batuk..suaranya parau.. sakit sepertinya.. ku sapa dia dengan lembut tadi, namun dia hanya melihat ku sekilas, lalu kembali sibuk dengan kegiatannya.. adik kecil..dulu kau bilang ingin lari dari sini.. ingin lari.. ingin lari.. Pagi hari di minggu kemarin.. aku diam-diam melihatmu menangis lagi.. badanmu gemetar..ada isak yang kau tahan sepertinya di sana.. kau berdiri di atas kursi pelastik merah itu sambil memegang lap ditangan mungilmu.. seraya ingin membersihkan kaca jendela rumah, kau menyembu...

Wow Surpise Cake! :')

Image
Sudah lupa lagi saya, itu tanggal berapa kejadiannya..haha.. yang saya ingat, malam itu ada pemutaran film India "Kuch Kuch Hota Hai" di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia..yaa, saya yakin kamu pasti tau itu stasiun televisi apa :D hihi Itu pun tanpa saya sengaja tiba-tiba berhenti pada channel televisi itu ketika melihat film yang sangat terkenal di jamannya *sampai sekarang juga masih terkenal..bagus filmnya *lha jadi curhat :)) back to topic  ah..huhu (tapi film Kuch Kuch Hota Hai termasuk dalam bagian cerita di tulisan ini juga sebenernya :D) Malam itu, saya pulang ke kosan sudah jam 09.00 malam ternyata. Ada urusan yang membuat saya berada di luar dari magrib. Begitu sampai dikosan.."Sepiii..hmm pada kemana ya?" itu saya yang monolog :D Masuk kamar, lalu menghidupkan televisi (membuatnya seolah-olah hidup, paling tidak untuk menghilangkan kesan sepi), kemudian menghempaskan badan di atas kasur, hmm hari itu saya merasa badan saya sakit semua. ...

Anak Sekecil Itu.. "Anne.."

Anak kecil itu menangis di teras sambil memegang kain lap ditangannya. Dengan enggan, tangan mungilnya menggosok-gosokan kain lap ke lantai berkeramik merah marun. Pagi itu saya terbangun, dan seperti biasa langsung membuka pintu, mematikan lampu, lalu kemudian membuka jendela. Keluar kamar, berdiri di teras, dan merasakan sinar matahari yang mulai muncul, dan juga angin segar yang menyapa teduh..yaa masih sama rasanya hingga hari ini. Lalu..saya mengalihkan pandangan ke arah teras bawah, dengan heran saya melihat ada sosok kecil yang sedang membelakangi saya sambil mengelap lantai. Saya menuruni anak tangga, lalu coba untuk menghampiri dia. Belum  sampai ditempatnya, terdengar isak yang pelan dari arah tubuh mungil itu. Ketika sampai dan menghampirinya, saya menatap wajah yang baru saya temui itu, pipinya terlihat basah karena air mata, dan dari sudut matanya terlihat butiran-butiran air mata yang siap jatuh lagi membasahi pipinya. "Ade, kenapa? kok nangis?" itu saya yan...

NikonLens(cup)&MukenaBatik

Image
Selalu senang ketika memberikan sebuah kejutan atau hadiah kepada orang-orang terdekat. Yaa, membuat orang lain tersenyum bahagia, seperti ada ketenangan mengalir diam-diam dalam hidup. Bukanlah orang yang memiliki sesuatu untuk dibanggakan, tapi paling tidak berusaha agar hidup saya dapat berguna untuk orang-orang terdekat dan dapat menghiasi wajah mereka dengan senyum tulus :) Hmm..Hari dimana keluarga saya datang ke Bandung (24th/May) untuk menghadiri wisuda saya, setelah mencari cukup lama karena ayah melewati jalan yang salah, akhirnya bertemu. Saya langsung menghampiri abang dan saudara saya yang sudah menanti saya dari kejauhan. "Akhirnya, ketemu juga.." itu saya yang berbicara disambut senyuman dari abang dan saudara saya.  *maklum saya sedikit lelah ketika itu :D Setelah memutuskan untuk makan siang di daerah yang tidak jauh dari tempat parkir mobil, akhirnya saya mengantarkan keluarga ke hotel untuk beristirahat. Di perjalanan, abang saya tiba-tiba...