catatancaca

Hi..welcome to catatancaca :)

Sunday, June 26, 2011

Hi Kawan..Saya Rindu..

Buka mata..tutup mata..
Ternyata sudah hampir 4 bulan kau meninggalkan kota ini kawan..
Waktu cepat sekali berjalan..seakan tak pernah mengenal lelah..
Sehat kah kau di sana kawan?
Ya..saya rindu pada mu kawan..
Sangat..

Rindu menyusuri jalan-jalan di kota ini bersama mu..
Rindu tertawa dan bercanda dengan mu..
Rindu berbagi cerita bersama mu..
Rindu..yaa..saya rindu pada mu kawan..
Sangat..

Hari dimana ketika kau harus mengemasi barang-barang mu..
Adalah hari terakhir saya melihat mu kawan..
Bagaimana hidupmu sekarang?
Dan..pelangi pun ikut mengantarmu pergi dari kota ini..
Sore yang indah..sangat indah..
Bersama dengan mu menikmati senja dan pelangi di rooftop
haha..masih ingatkkah kau kawan?
Ya..saya rindu padamu kawan..
Sangat..


Rindu membiacarakan banyak hal dengan mu..
Rindu membunuh waktu di tempat makan itu bersama mu..
Rindu marah manja dengan mu..
Rindu..yaa..saya rindu pada mu kawan..
Sangat..


Masih ingat kah kau kawan..
Dulu sering kau mengunjungi saya di tempat ini..
Mungkin sebentar lagi saya akan meninggalkan tempat ini..
Tidak inginkah kau mengunjungi saya sebentar saja kawan?
haha..hmm ya saya rindu padamu kawan..
Sangat..

Rindu duduk manis dimotor bersama mu..
Rindu memburu gambar dengan mu..
Rindu pergi kadang tanpa arah dan tujuan bersama mu..
Rindu..yaa..saya rindu pada mu kawan..
Sangat..




PS: Saya rindu pada mu kawan... Yan Rahman Nuari Z :)



Tuesday, June 14, 2011

Tersenyumlah :-)

Pukul 04.45 pagi..

Hari masih gelap..sunyi..
udara di luar pagi ini begitu dingin, terasa hingga menusuk tulang-tulang dalam tubuh..
Subuh tadi, dia sudah terbangun dengan masih megenakan piamanya..
matanya terlihat masih menyipit dan berat..
samar-samar terlihat dia membawa sesuatu di tangannya..
oh.. ternyata dia membawa sapu yang diseretnya dengan enggan..


Dengan pelan, dia mulai membersihkan lantai teras merah marun itu dengan sapu..
terdengar sesekali dia terbatuk-batuk..suaranya parau..
sakit sepertinya..
ku sapa dia dengan lembut tadi, namun dia hanya melihat ku sekilas, lalu kembali sibuk dengan kegiatannya..
adik kecil..dulu kau bilang ingin lari dari sini..
ingin lari..
ingin lari..


Pagi hari di minggu kemarin..
aku diam-diam melihatmu menangis lagi..
badanmu gemetar..ada isak yang kau tahan sepertinya di sana..
kau berdiri di atas kursi pelastik merah itu sambil memegang lap ditangan mungilmu..
seraya ingin membersihkan kaca jendela rumah, kau menyembunyikan wajahmu di balik tirai..
aku tahu..kau menangis lagi sayang..


Aku memanggilmu kembali dari jauh..
tapi pagi itu, kau tidak menjawabku, dan juga tidak menoleh sedikitpun..
tubuh mungilmu masih bergetar, dan gerak tanganmu dengan cepat menghapus air matamu yang jatuh..
adik kecil..dulu kau bilang ingin pergi dari sini..
ingin pergi..
ingin pergi..


Dulu.. aku juga pernah melihamu yang sedang menyiram bunga-bunga di taman..
sore hari ketika itu, aku melihatmu dari kamar ke arah taman..
kau membasahi tiap-tiap bunga di sana, sambil sesekali membenarkan selang air yang tiba-tiba terlepas dari sambungannya..
aku tersenyum melihatmu, dan kau pun membalasnya dengan senyum yang ceria..
tapi senyuman itu hanya sebentar..


Terdengar suara ribut-ribut dari dalam rumah menuju taman..
itu suara dia.. dia yang sudah mulai menua yang membuat rambutnya dipenuhi warna putih..
dia yang entah tanpa sengaja atau tidak.. membuat mu sering menangis adik kecil..
Suara tuanya membuat senyummu luntur seketika..
gerakan mu mulai takut dan kaku..
bising sekali suaranya sore itu.. mungkin terdengar hingga ke jalan..
dengan menggunakan bahasa daerahnya ia memarahimu, memberikan perintah dengan tegas kepadamu..
suara tuanya begitu keras.. dingin..
adik kecil..dulu kau bilang ingin pulang kembali kepada ayahmu..
ingin pulang..
ingin pulang..


Batinku berteriak.. ketika melihatmu menangis adik kecil..
Ingin sekali melihat mu dapat bermain dengan teman-teman sebayamu..
tertawa, bercanda, dan menikmati masa kecilmu sendiri..
hmmh.. bersabarlah lebih sedikit lagi sayang..


sstt.. jangan takut adik kecil..
selama aku masih di sini.. akan kuhiasi wajahmu dengan senyum..
kelak kau akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih bijak dan dewasa..


Jadi..
Tersenyumlah  :-)

Friday, June 10, 2011

Wow Surpise Cake! :')


Sudah lupa lagi saya, itu tanggal berapa kejadiannya..haha..
yang saya ingat, malam itu ada pemutaran film India "Kuch Kuch Hota Hai" di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia..yaa, saya yakin kamu pasti tau itu stasiun televisi apa :D hihi
Itu pun tanpa saya sengaja tiba-tiba berhenti pada channel televisi itu ketika melihat film yang sangat terkenal di jamannya *sampai sekarang juga masih terkenal..bagus filmnya *lha jadi curhat :)) back to topic ah..huhu (tapi film Kuch Kuch Hota Hai termasuk dalam bagian cerita di tulisan ini juga sebenernya :D)

Malam itu, saya pulang ke kosan sudah jam 09.00 malam ternyata. Ada urusan yang membuat saya berada di luar dari magrib. Begitu sampai dikosan.."Sepiii..hmm pada kemana ya?" itu saya yang monolog :D
Masuk kamar, lalu menghidupkan televisi (membuatnya seolah-olah hidup, paling tidak untuk menghilangkan kesan sepi), kemudian menghempaskan badan di atas kasur, hmm hari itu saya merasa badan saya sakit semua. Entahlah.. mungkin karena kecapean.. *alasan :)) :D

Kasihan juga mendengar televisi yang dari tadi berteriak-teriak sendiri dan saya bersikap cuek kepadanya, akhirnya saya mulai mengganti-ganti channel-nya, tiba-tiba terhenti karena alunan musik yang sepertinya saya tahu, yaa..itu dia film India yang dari tadi saya sebut-sebut. Ternyata mereka sedang bernyanyi (seperti biasa film India selalu ada seni tari dan seni musiknya :D). Saya suka dengan film Kuch Kuch Hota Hai, sudah lama sekali sepertinya tidak menonton filmnya, terakhir ketika saya masih duduk dibangku SMP kelas 1 (kalau tidak salah ingat)

Memutuskan untuk ditemani film India malam itu..hehe..hmm..eh.. tiba-tiba nonnie datang..

"Ka, lagi nonton Kuch Kuch Hota Hai ya?" | "iya, nih lagi iklan" | "Temen-temen aku pada rame ngomongin Kuch Kuch Hota Hai di Twitter" | "wah..masaa??" | "Hehe iya ka, aku ikut nonton ya?" | "Okey.." *Itu obrolan singkat saya dengan nonnie (teman kosan)

kata-kata nonnie tadi: "Temen-temen aku pada rame ngomongin Kuch Kuch Hota Hai di Twitter" membuat saya berpikir "liar" "wah curiga #nowwatchingKuchKuchHotaHai jadi trending topic nih di Twitter" =)) *wae haghaghag.. singkat cerita.. akhirnya kami berdua menonton bersama malam itu. Sambil sesekali melontarkan pendapat dan bercerita dulu-dulu ketika pertama kali menonton film itu.

Sekitar pukul 10 malam tiba-tiba, handphone saya berdering. Tertulis disana -kosan Bang Rizul memanggil- lalu saya angkat dan berbicara dengannya..
"Yaa bang?" | "Dimana ca?" | "Di kosan bang, kenapa?" | "Ke tempat gw dong, sekalian sama nonnie juga, sekarang ya!" | "wah emang ada apaan bang?" | "Gpp gw kangen aja ngumpul-ngumpul. buruan ya ke sini" | "Oke, siap" *lalu memberitahu nonnie perihal ke kosan bang rizul, dan kami berdua sepakat akan pergi ke sana sehabis menonton :D

Mungkin karena terlalu lama menunggu kami yang tak kunjung datang, bang rizul pun kembali memanggil dan handphone saya kembali berdering. Kali ini nonnie yang berbicara dengan bang rizul di ujung sana. Setelah ditutup telponnya, saya bertanya.. "Apa katanya" | "Disuruh cepet ke sana ka" *tapi kami masih tetap di kamar dan menonton :D *maafkan ya teman-teman (especially for bang rizul dan gita)

Yang namanya suprise pasti orang yang menjadi sasaran tidak tahu menahu, sepakat dong ya? Masalahnya dalam kejutan di hari itu, ternyata tanpa sengaja saya tahu bahwa ada sebuah kue..hehe.. Spontan - nonnie yang malam itu mendapat sms dari gita/bang rizul - nonnie membacakan sebuah sms dengan diikuti suaranya (tidak dalam hati), tapi tidak sampai selesai dia membacanya. Seketika itu dia merasa bersalah karena telah memberi tahu rencana tentang surprise cake-nya :D haha yasudah mau bagaimana lagi, saya sudah tau ada sesuatu di sana, walaupun saya tidak tahu pasti.

Dan akhirnya kami datang juga ke sana (kamar kiki), terlihat bang rizul dan gita (terlihat tidak semangat) serta kiki (yang sedang sibuk dengan laptopnya). Awalnya saya dan nonnie sepakat untuk pura-pura tidak tahu ada kejutan, tapi ternyata nonnie (gadis baik yang tidak suka berbohong) sudah memberi tahu mereka bahwa saya sudah tahu, diikuti dengan permintaan maafnya (kira-kira begitu). Pantas saja ketika kami datang, mereka bertriga hanya diam.

Dari lubuk hati yang paling dalam *serius ini ga lebay* Maafkan kami ya teman-teman :D Seharusnya pas dapat telpon pertama dari bang rizul kami langsung ke sana. Tapi karena film Kuch Kuch Hota Hai, aduh lagi-lagi film itu (gara-gara Rahul dan Anjali *lha -,-) jadi kacau acaranya. :'(

Hari itu saya bahagia, terharu, hmm senang sekali pokonya. Tidak menyangka akan mendapatkan suprise cake dari kalian teman-teman. Terimakasih banyak ya.. kuenya enak dan cantik ;)

This is it :D

Here they are bang rizul,gita,kiki,noni,mirza,giffary ;)

Cukup lama sebenarnya sebelum memutuskan untuk menyalakan lilin pada kue, meniup, memotong, kemudian memakannya.. Mereka menata kembali mood-nya, barulah mereka bercerita awal mula ingin memberikan kue kepada saya, menyusun rencana untuk memberikan kejutannya, sampai-sampai ada insiden rambut gita terbakar katanya saat menyelakan lilin pertama kali.. :)) juga nonnie yang pulang ke kamar duluan haha.. ya begitulah kira-kira ceritanya.. meskipun tidak berjalan sesuai rencana, tapi alhamdulillah saya senang :) Sekali lagi makasih banyak ya teman-teman :* #kecupsyg *mual ahahaha... ;)

P.S: Ah, saya ingat tanggalnya, 31 Mei 2011 :D love you all ;)
       Sampai lupa, surprise cake-nya untuk merayakan kelulusan saya.. :D








Thursday, June 9, 2011

Anak Sekecil Itu.. "Anne.."

Anak kecil itu menangis di teras sambil memegang kain lap ditangannya. Dengan enggan, tangan mungilnya menggosok-gosokan kain lap ke lantai berkeramik merah marun. Pagi itu saya terbangun, dan seperti biasa langsung membuka pintu, mematikan lampu, lalu kemudian membuka jendela. Keluar kamar, berdiri di teras, dan merasakan sinar matahari yang mulai muncul, dan juga angin segar yang menyapa teduh..yaa masih sama rasanya hingga hari ini.

Lalu..saya mengalihkan pandangan ke arah teras bawah, dengan heran saya melihat ada sosok kecil yang sedang membelakangi saya sambil mengelap lantai. Saya menuruni anak tangga, lalu coba untuk menghampiri dia. Belum  sampai ditempatnya, terdengar isak yang pelan dari arah tubuh mungil itu. Ketika sampai dan menghampirinya, saya menatap wajah yang baru saya temui itu, pipinya terlihat basah karena air mata, dan dari sudut matanya terlihat butiran-butiran air mata yang siap jatuh lagi membasahi pipinya.

"Ade, kenapa? kok nangis?" itu saya yang bertanya dengan merasa kasian melihatnya. Dia hanya diam, balas menatap saya, memperhatikan saya sebentar, lalu kembali tangannya mulai menggosok-gosokkan kain di lantai. Tak ada suara yang keluar dari mulutnya, hanya diam dan sesekali sesenggukan. Hari itu sekitar 2 tahun yang lalu saya masih ingat dia mengenakan baju terusan hingga lutut atas, berwarna kuning lengkap dengan coraknya yang kota-kotak, rambutnya yang sebahu dibiarkan terurai, dengan tidak mengenakan alas kaki.

Dia adalah sosok baru yang saya temui di rumah ini - selain ibu dan bapak kosan, juga yani dan bi kokom - selama saya satu tahun (pada saat itu) menyewa sebuah kamar kosan di kota ini. Lalu saya bertanya siapa namanya, "Anne.." suaranya terdengar bergetar dan sangat pelan, nama itu  terucap dari bibir mungilnya. Saya tetap mencoba mengajaknya berbicara, menanyakan mengapa dia menagis pagi itu. Tapi tetap, tidak ada jawaban, hanya gelengan yang terlihat dari bahasa tubuhnya. Saya hanya mengira, dia adalah anak yang dipekerjakan ibu kosan, untuk membantu membersihkan rumah, dan mungkin akan disekolahkan.

Hmm..anak sekecil itu, yang seharusnya masih berada dibalik selimut yang nyaman dan juga hangat, namun pagi itu dia sudah memegang kain lap dan bekerja membersihkan rumah. Teringat ketika saya kecil, ibu memanjakan saya, belum diperbolehkan memegang atau mengerjakan ini itu. Dibangunkan dengan rasa sayang, dengan sarapan yang sudah siap untuk disantap.

Hmm..merasa tidak adil meliat anak sekecil itu diperlakukan demikian. Ditambah dengan melihatnya menangis, membuat batin saya semakin sedih. Sepertinya dia habis dimarahi ibu kosan - ibu kosan memang terkenal sangat keras - ketika memberi perintah. Saya coba untuk menenangkannya, berharap dia bisa berhenti menangis. Namun berbicara dengan anak kecil memang sedikit sulit, apalagi kondisinya dia baru melihat saya dan merasa asing. Juga dengan rumah dan orang-orang di rumah ini, pasti merasa sangat asing dan tidak nyaman.

Jauh dari ayah..jauh dari saudara-saudaranya..dan ibunya telah tiada..itulah Anne..
sosok mungil yang sudah saya anggap seperti adik saya di rumah ini..
Itulah Anne..anak kecil yang saya temui 2 tahun lalu..

P.S: Sabar ya adik kecil, semoga kau cepat tumbuh dan dewasa.. Semoga kelak kau mendapatkan kehidupan yang lebih baik.. :)

Wednesday, June 1, 2011

NikonLens(cup)&MukenaBatik

Selalu senang ketika memberikan sebuah kejutan atau hadiah kepada orang-orang terdekat. Yaa, membuat orang lain tersenyum bahagia, seperti ada ketenangan mengalir diam-diam dalam hidup. Bukanlah orang yang memiliki sesuatu untuk dibanggakan, tapi paling tidak berusaha agar hidup saya dapat berguna untuk orang-orang terdekat dan dapat menghiasi wajah mereka dengan senyum tulus :)

Hmm..Hari dimana keluarga saya datang ke Bandung (24th/May) untuk menghadiri wisuda saya, setelah mencari cukup lama karena ayah melewati jalan yang salah, akhirnya bertemu. Saya langsung menghampiri abang dan saudara saya yang sudah menanti saya dari kejauhan. "Akhirnya, ketemu juga.." itu saya yang berbicara disambut senyuman dari abang dan saudara saya.  *maklum saya sedikit lelah ketika itu :D

Setelah memutuskan untuk makan siang di daerah yang tidak jauh dari tempat parkir mobil, akhirnya saya mengantarkan keluarga ke hotel untuk beristirahat. Di perjalanan, abang saya tiba-tiba mengeluarkan kotak panjang berwarna cokelat, yang sudah tidak asing lagi bagi saya melihat kotak itu. Dan ternyata isinya adalah sebuah Lensa Nikon 24-70mm, and he said "this is for you, congratulation for your graduation" yaaaiiyyy.. senangnyaa.. :')

Nikon lens cup 24-70mm :))

Lensa ini bukan sembarang lensa, hahaha.. namanya saja sudah "nikon lens cup" ini adalah sebuah tempat air minum. Bisa untuk air panas atau pun dingin :)) so unexpected hihi.. saya selalu bercerita dengan ayah, ibu, juga abang saya.. tentang kegiatan saya sejak awal tahun ini yang di isi dengan berolahraga (jogging and badminton) yaa I enjoy sports.. setidaknya me-refresh otak dan pikiran saya :D *sehat woy!! hahaha



Abang: "Buat lo kalo jogging atau ke mana-mana, jadi bisa bawa air minum" | saya: "Waaahhh, terimakasih banyak ya bang. Sangat suka dan sangat berguna :)"

Ternyata kejutan di hari itu belum berakhir, ketika sampai di kamar hotel.. Kejutan lain datang dari ibu saya. Beliau memberikan saya hadiah sebuah mukenah yang sangat cantik, dengan corak batik yang menghiasi hampir seluruh bagian bawah mukena dan juga sajadah kecilnya #blushing hmm... what a wonderful day, Thank God :)

Mukena Batik yang sangat cantik :)

"Selamat sudah jadi sarjana, jangan lupa solat!, makan yang banyak dan bergizi. Rajin olahraga bagus, tapi harus makan juga!" itu ibu saya berbicara, beliau sedikit marah karena melihat saya yang ternyata semakin kurus :D Terimakasih banyak ya ibu ku sayang :*

saya: "Kan dw lagi diet bu.." *liat body (diet apaan? kurus gini!! -,-)  |  ibu: "Aapaaa?? dieett?? #$%^&#*^%*" (hahaha disensor ya! *maklum ibu-ibu suka cerewet hihi)

Jarang makan, olahraga sering wakwaww :)) namanya juga anak muda *ngeles aja kaya supir bajaj weh weh weh..Yaa, begitulah kira-kira ceritanya.. :D



Saya memang ingin beli botol air minum untuk jogging dan kalau pergi kemana-mana *sangat suka minum air putih saya.. dan juga mukenah yang bisa dibawa kemana-mana *udah punya si, tapi baru satu, sekarang ada dua :D Terimakasih banyak ya ibu, abang :) :*

P.S: Terimakasih juga buat Onco, Niar, Lentik, Vina, dan Utie untuk bunganya :)




Sunday, May 29, 2011

I Love You Ayah :)

Beberapa menit yang lalu, baru saja saya mengakhiri pembicaraan dengan ayah di telpon.
"Aslm..Ayah dimana? Sudah makan?" kalimat itu biasanya yang selalu mengawali perbincangan kami di telpon.
"Di kantor nak, iya sudah makan, kamu sudah makan?" ya, itu jawaban ayah, dan seperti biasa bertanya balik kepada saya. Dengan biasanya ditambah "Jangan lupa makan sayur yang banyak, minum air putih yang banyak, makan buah..and bla..bla..bla.." itu ayah saya yang berbicara.. hihihi.. "Siap Boss!" kalimat pendek yang biasanya langsung saya ucapkan ketika ayah mulai bawel :D

Hmm, ya itu saya yang meminta, supaya ayah menghubungi saya, karena ada sesuatu yang ingin saya tanya dari beliau. Pembicaraan tadi seputar pertanyaan saya tentang "Bahasa Tana" bahasa ibu orang Maluku. "Ayah, bahasa tana itu seperti apa?"
Membaca satu topik tentang kebudayaan di forum NGI, sehingga membuat saya bertanya kepada ayah. Seperti biasa, ayah selalu suka ketika saya banyak bertanya tentang kebudayaan dan keindahan di kampung halaman beliau (Ambon, Indonesia). Jujur ketika pertama kali menginjakkan kaki di kampung halaman, saya langsung jatuh cinta. Absolutely jatuh cinta dengan keindahan alam dan juga kebudayaannya. Hanya dengan pulang kampung ketika itu, saya seperti mendapat suntikan semangat untuk mewujudkan mimpi-mimpi dan cita-cita saya pergi berkeliling Indonesia semakin kuat.

back to topic "berbincang dengan ayah seputar bahasa tana"
Ada satu kalimat yang ditulis dengan bahasa tana yang membuat saya membacakannya untuk ayah, begini kalimatnya: 

"iwato ela painom k, o hei kepeng susah, hei kepeng akaho na susa painoi, lolo fue fufun anakolu isikora apina fia-fia, akang anau e jadi manusia ela a" [Bahasa Tana]

"hayo e hidop susa jua, mancari uang susa tar mancari deng tamba susah lai, loko punggul sadiki-sadiki jua par anana iskolah tu, la kata dong jadi orang sadiki" [Bahasa Melayu Ambon]

"duh, hidup sangat susah ya, bekerja susah tidak bekerja makin susah, tidak apa-apa menabung sedikit demi sedikit buat anak-anak sekolah agar mereka menjadi orang pintar" [Bahasa Indonesia]
(Dikutip dari postingan id: almascatie "Bahasa Tana" Bahasa Ibu Orang Maluku/ForumNGI)

Ternyata kalimat pendek di atas, penuh dengan makna. "Iya nak itu artinya begitu. Sio ayah ini dolo hidup susah. Bekerja pagi siang malam untuk kamu dan abang bisa sekolah, supaya bisa jadi orang yang sukses dan berhasil, jangan seperti ayah" entah mengapa kalimat ayah itu membuat mata saya mulai berkaca-kaca, saya terharu, dan kalimat pendek ayah barusan membuat saya berpikir. Begitu tenang suara beliau, begitu mengena pesan singkat yang ingin beliau sampaikan, begitu sarat akan makna.

"Kalau sudah jadi orang sukses, jang lupa deng sodara-sodara, orang-orang yang kurang mampu, sio katong hidup basudara samua, harus saling tolong-menolong, jangan menjadi orang yang serakah dan sombong nak! sioo" dan lagi-lagi kalimat ayah itu membuat saya berpikir lagi. Berpikir agar hidup saya ini bisa berguna dan bisa membahagiakan orang-orang yang mencintai saya dan juga saya cintai. Dan saya akan terus berusaha untuk mewujudkannya menjadi kenyataan, insyaALLAH akan selalu diberikan jalan oleh ALLAH jika kita mau terus berusaha dan berdoa. Amin ya Rabb.

Ayah..
Terimakasih banyak untuk semua dukungan, nasihat, dan juga doa yang selalu kau berikan untuk anak-anak mu :)
Maafkan jika selama ini sering melawan dan melakukan banyak protes ketika kita berbeda pendapat.
Maafkan saya ayah..

Orang bilang anak perempuan terkadang lebih dekat dengan ayahnya, dan wajahnya juga pasti mirip dengan ayahnya. Saya rasa itu benar. :) Dan, sampai sebesar ini pun, saya masih manja dengan ayah :D
Kadang orang-orang bilang "Itu si caca mah, anak ayah" *biasanya kan anak mama/anak ibu hahaha
Tapi, pernyataan itu justru membuat saya senang.. :)

P.S: I Love You Ayah :* :)










Saturday, May 28, 2011

My Family Touch Down Bandung!!!

Pagi itu saya mengirim pesan singkat ke no handphone ibu saya, dan memang isinya sangat singkat.. "Bu, telpon dw dong"
Yaa.. saat itu pulsa saya benar-benar hanya bisa kirim pesan singkat satu kali lagi..
dan memang selalu seperti itu isinya ketika ingin berbincang dengan beliau jika kondisinya saya sedang tidak ada pulsa.. :D *maklum anak kosan hihihi

Dan tidak lama kemudian.. Ibu pun sudah berbicara dengan saya dari ujung sana..
dan kami pun berbincang.. "Ibu, nanti berangkat jam berapa dari rumah?"
Hmm..yaa pagi itu Ibu, Ayah, dan Abang saya akan berangkat ke Bandung.
Senang? pastiii saya sangat senang.. karena sangat jarang keluarga saya sengaja datang berkunjung ke Bandung.. maklum sibuk semua.. :D

Benar.. keluarga saya memang sengaja datang ke Bandung untuk menghadiri wisuda saya (wednesday 25th, May) *actually this is my second graduation :D
sehingga membuat saya merapihkan kamar pagi itu.. bukan karena saya ingin, tapi itu perintah ibu ketika mengakhiri perbincangan kami diujung telpon waktu itu..hahaha..
dan ternyata tidak hanya, ibu, ayah, dan abang saya yang akan hadir.. tetapi juga tante saya (onco) dari Malaysia dan abang sepupu dari Ambon juga akan hadir.. senangnyaaa :) *rameee :))

Karena ayah belum begitu hafal jalan-jalan di Bandung, mengharuskan saya menjemput satu rombongan keluarga di tempat yang ayah tahu.. "Wi, ayah udah keluar tol pasteur ya" itu ayah saya yang berbicara..
dan kondisinya saya belum siap-siap berangkat dan baru saja mengambil wudhu untuk solat dzuhur..wuhuuu
secepat kilat saya menyelesaikan menghadap, lalu bergegas pergi untuk menjemput.. *riweuh ceritanya :))

Ternyata, tidak semudah yang saya bayangkan.. ayah ternyata mengambil jalan yang salah.. *sudah bisa ngebayangin cerita selanjutnya kan.. weh weh weh.. haha yaa agak ribet dikit.. untungnya ga banyak :D
untung sebelum pergi menjemput, saya memutuskan untuk mengisi pulsa dulu di si aa (anaknya ibu goceng) jadi komunikasi lancar.. klo ga.. bisa lebih ribet lagi.. *fiuh

Yaaiiyyy.. bertemu juga akhirnya dengan rombongan keluarga saya :)
Berada satu kota dengan keluarga itu luar biasa senangnya.. apalagi untuk ukuran saya yang jarang pulang ke rumah.. juga keluarga saya yang jarang sekali sengaja datang mengunjungi saya di kota ini.. :D
padahal jarak yang ditempuh hanya kurang lebih 3 jam, lalu saya bisa berkumpul bersama keluarga..hmm -,-

Bertemu, berbincang, dan tertawa bersama ayah, ibu, abang, dan juga saudara-saudara membuat aku semakin bersyukur kepada-Mu, Tuhan ku.. terimakasih karena telah memberikan saya ayah yang luar biasa baik dan selalu mendoakan putra putrinya.. terimakasih karena telah memberikan saya ibu yang luar biasa dalam mendukung dan tidak pernah putus mendoakan putra putrinya untuk terus belajar, berkarya, sehingga menjadi orang yang berhasil dan sukses.. terimakasih karena telah memberikan saya abang yang juga luar biasa baik, perhatian dan selalu mendukung saya.. dan terimakasih karena telah memberikan saya kesempatan memiliki seorang adik laki-laki yang sangat luar biasa baik, sholeh, cerdas.. Terimakasih Tuhan.. :)
Tuhan, lindungilah selalu keluarga saya, lindungilah mereka selalu..amin :)


P.S:
- I Love You so much my little brother :* (Alm. Teizar Maulana Polangko Tuahuns)
- Ibu goceng itu adalah nama yang diberiakn Nonie (teman kosan) untuk warung nasi dekat kosan kami :D
- Onco adalah tante dalam bahasa Ambon (adik ibu) *begitu kira-kira :D
- And Thanks so much for my brother's girl friend and friends (Niar, Ade and Lentik).. Thank you guys.. kalian sudah hadir di wisuda saya :)